terkini

Ads Google

Lestarikan Budaya Melayu, Bupati Resmikan Lomba Hias Lampu Colok

Redaksi
4/29/22, 23:12 WIB Last Updated 2022-04-29T16:12:38Z


Kabaran Meranti, Bupati Resmikan Lomba Festival Lampu Colok 2022 dengan Tema "Pelihara dan Lestarikan Budaya Melayu Meranti", yang di Laksanakan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti di Stadion Mahmud Jalal Jalan Pramuka, Jumat (29/04/2022).



Turut hadir dalam acara tersebut, Wakapolres Meranti Robert, Para Asisten Setdakab, Ketua MUI KH Dr Imam Ghozali, Seluruh Kepala OPD, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Danposal Selatpanjang Jery Hendra, Danramil 02 dan Camat Tebing Tinggi, Beserta Peserta Lampu Colok dan Lampu Hias.


H Fitri Ningsih Kepala Dinas Dinas Kepumudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti, mengatakan sektor pariwisata turut serta memberikan kontribusi tingkatkan perekonomian.



"Sektor ini juga sebagai devisa untuk pembangunan, seperti saat ini tradisi lokal daerah, sementara tradisi adalah abstrak dan sukar untuk diterangkan, festival lampu colok ini sudah menjadi budaya turun menurun dari zaman kerajaan," ungkapnya. 



"Saya berharap kita mampu merumuskan program prioritas untuk memicu pertumbuhan ekonomi terkhusus Kabupaten Kepulauan Meranti, semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita semua", lanjut Fitri Ningsih.



Sekedar Informasi untuk peserta sebanyak 43  kelompok dan untuk melakukan penilaian, panitia akan melakukan keliling untuk melihat variasi lampu colok yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti.



Dilanjutkan dengan sambutan Bupati Meranti H Muhammad Adil SH MM, mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada panitia dan juga selamat kepada peserta yang mengikuti lomba.


"Pada kesempatan yang baik ini, Atas nama Pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Festival Colok Tahun 2022, ungkapnya.



"Ucapan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu dalam terlaksanakannya festival ini, semoga berjalan lancar dan sukses sesuai yang kita harapkan bersama,"lanjutnya.



Festival Colok merupakan festival seni budaya melayu yang merupakan sebuah ikhtiar Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda Dan Olahraga (Disparbudpora), untuk memberikan sebuah laman bermain yang luas kepada segenap masyarakat.



Festival ini digelar untuk dapat memahami seni dan budaya melayu, tetapi juga ikut melestarikannya secara bersama-sama. Sehingga tidak tertelan zaman, melainkan tetap eksis zaman bermasa. Tak lapuk oleh hujan, tak lekang oleh panas.



"Saya berharap kegiatan ini dapat dijadikan

media untuk mempererat hubungan antara satu dengan yang lainnya. Jadilah pioner terdepan dalam menjaga ketamadunan seni dan budaya di Negeri Junjungan ini. Memelihara dan melestarikan budaya Melayu, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti", ungkapnya.


Meskipun demikian, jangan sampai pula

kegiatan ini mengurangi aktivitas ibadah kita di bulan suci. intinya, bagaimana festival ini dapat berlangsung dengan meriah, namun tdak membuat masjid dan mushalla menjadi kosong. Jangan sampai membuat aktivitas ibadah terlalaikan, apa lagi sudah berada di penghujung atau malam terakhir ramadhan 1443 H, yang di dalamnya terdapat malam lailatul qadar, suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.



"Kepada peserta, saya ucapkan selamat bertanding, dan Kepada tim juri yang telah diberikan kepercayaan, dapat melakukan tugasnya dengan baik. Baik itu memberikan penilaian secara objektif, jujur sesuai dengan kategori perlombaan", ujarnya.



"Kemudian kalau bisa tahun depan hadiahnya di tingkatkan lagi kalau bisa 50JT kepada kadis pariwisata agar dapat menyiapkan anggaranya dan kalau bisa semua masyarakat Meranti bisa pulkam menyaksikan festival budaya yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti,"pungkasnya.



Acara tersebut dilanjutkan dengan keliling kota Selatpanjang sekaligus memberikan penilaian kepada peserta lampu colok yang ada di kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Kepulauan Meranti.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Lestarikan Budaya Melayu, Bupati Resmikan Lomba Hias Lampu Colok

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x