terkini

Ads Google

Mengapa Penulisan Berita Tidak Dianjurkan Mencantumkan Gelar Nama

Redaksi
12/30/25, 22:14 WIB Last Updated 2025-12-30T15:14:33Z


Oleh: Andre Hariyanto

Founder Komunitas Taklim Jurnalistik & Mentor Kepenulisan AR Learning Center

MALANG — Dalam praktik jurnalistik, penulisan berita memiliki kaidah baku agar informasi tetap objektif, netral, dan mudah dipahami publik. Salah satu prinsip yang sering diabaikan adalah tidak dianjurkannya mencantumkan gelar akademik atau kehormatan dalam penulisan nama, kecuali jika relevan dengan konteks pemberitaan.


Berita merupakan laporan fakta yang bertujuan menyampaikan peristiwa apa adanya, bukan menonjolkan status sosial atau prestise individu. Karena itu, penulisan nama tanpa gelar dinilai lebih tepat agar fokus pembaca tertuju pada peristiwa, bukan pada sosok yang diberitakan.


Kode Etik Jurnalistik Dewan Pers menekankan independensi wartawan serta larangan pencitraan. Pencantuman gelar yang berlebihan berpotensi menimbulkan kesan keberpihakan atau pengagungan, terutama ketika tokoh yang diberitakan memiliki banyak gelar akademik.


Dari sisi bahasa jurnalistik, berita dituntut singkat, padat, dan lugas. Asep Syamsul M. Romli dalam Jurnalistik Praktis untuk Pemula menegaskan bahwa efisiensi bahasa adalah kunci kenyamanan membaca, khususnya di media online yang mengutamakan kecepatan akses informasi.


Sejalan dengan itu, AS Haris Sumadiria dalam Jurnalistik Indonesia menyatakan bahwa identitas dalam berita cukup ditulis sebatas yang relevan. Jabatan atau peran dianggap lebih informatif dibandingkan deretan gelar akademik yang tidak berkaitan langsung dengan peristiwa.


Dalam jurnalisme modern, keterbacaan menjadi faktor penting. Nama yang sederhana membantu pembaca cepat memahami isi berita tanpa terganggu detail yang tidak esensial. Penekanan berlebihan pada gelar justru dapat mengaburkan fokus utama pemberitaan.


Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam The Elements of Journalism mengingatkan bahwa inti jurnalisme adalah menyampaikan kebenaran. Jika gelar terlalu ditonjolkan, perhatian publik bisa bergeser dari fakta ke figur, sehingga berpotensi mengurangi objektivitas media.


Meski demikian, gelar tetap dapat dicantumkan secara terbatas jika memiliki relevansi langsung, seperti dalam berita akademik, ilmiah, atau untuk membedakan narasumber bernama sama. Penggunaannya harus proporsional dan tidak berlebihan.


Dengan tidak mencantumkan gelar dalam penulisan berita, media dapat menjaga profesionalisme, konsistensi bahasa jurnalistik, serta kepercayaan publik. Fokus berita pun tetap pada fakta dan kepentingan masyarakat, bukan pada pencitraan individu.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Mengapa Penulisan Berita Tidak Dianjurkan Mencantumkan Gelar Nama

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x