BOGOR KABARAN.ID – Hasil pendataan Sensus Penduduk dan Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, memberikan gambaran mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Di balik potensi sumber daya alam yang dimiliki, sebagian besar warga masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Pendataan yang dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga menjadi bagian dari upaya BPS menghimpun data statistik sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, mayoritas masyarakat Desa Purwabakti masih menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, terutama sebagai petani penggarap.
Koordinator tim pendata BPS di Desa Purwabakti, Yeyeh, menjelaskan bahwa hasil pendataan menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat masih memerlukan perhatian.
“Secara kasat mata memang ada warga yang terlihat cukup. Namun berdasarkan hasil pendataan di lapangan, jika dilihat secara umum, tingkat pendapatan sebagian besar masyarakat masih belum tergolong tinggi,” ujarnya.
Menurut hasil pendataan, banyak petani di Desa Purwabakti mengelola lahan milik orang lain melalui sistem sewa maupun bagi hasil. Kondisi tersebut menyebabkan pendapatan yang diperoleh harus kembali dialokasikan untuk memenuhi biaya produksi pertanian, seperti pembelian bibit, pupuk, perawatan tanaman, hingga biaya pengolahan lahan.
Situasi tersebut membuat peningkatan kesejahteraan ekonomi berlangsung relatif lambat. Sebagian besar pendapatan hasil panen lebih banyak digunakan untuk mempertahankan keberlangsungan usaha pertanian dibandingkan meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Padahal, Desa Purwabakti memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar. Lahan yang subur dan kondisi geografis yang mendukung menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat. Namun, optimalisasi potensi tersebut dinilai masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan akses terhadap kepemilikan lahan, permodalan, teknologi pertanian, hingga perluasan akses pemasaran hasil produksi.
Secara umum, hasil pendataan ini menggambarkan adanya kesenjangan antara potensi wilayah dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Temuan tersebut bukan merupakan penilaian terhadap pihak tertentu, melainkan menjadi gambaran faktual mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi para pemangku kepentingan.
Meski demikian, masyarakat Desa Purwabakti dinilai memiliki daya tahan ekonomi yang cukup baik. Pola hidup sederhana serta ketekunan dalam mengelola sektor pertanian menjadi modal sosial yang membantu masyarakat bertahan di tengah berbagai keterbatasan.
Hasil Sensus Penduduk dan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya melalui penguatan akses permodalan, peningkatan kapasitas petani, pengembangan teknologi pertanian, perluasan akses pasar, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Dengan tersedianya data yang komprehensif, diharapkan berbagai program pembangunan dapat lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Purwabakti secara berkelanjutan.
%20(1)-min.png)

%20(1)-min.png)

