terkini

Ads Google

Kader IMM Riau Disentil: Jangan Sekadar Numpang Nama di Struktur

Redaksi
2/03/26, 14:46 WIB Last Updated 2026-02-03T07:46:58Z

 



Pekanbaru Kabaran.id – Sekretaris Bidang Media dan Komunikasi DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riau, Muhammad Irfan Khusairi, melontarkan kritik terbuka terhadap kultur sebagian kader yang dinilai aktif secara administratif, namun minim kontribusi nyata di organisasi.


Ia mengingatkan, berorganisasi tidak boleh sekadar menjadi formalitas atau pelengkap riwayat hidup mahasiswa.


“Kalau hanya hadir saat pelantikan lalu menghilang, organisasi tidak akan memberi apa-apa selain kelelahan tanpa hasil. IMM harus menjadi ruang investasi diri dan laboratorium kepemimpinan,” kata Irfan.


Menurut dia, tantangan mahasiswa saat ini tidak berhenti pada perolehan ijazah. Yang lebih menentukan adalah kemampuan membangun jejaring dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.


Irfan menyoroti munculnya fenomena “kader administratif”—nama tercantum dalam struktur, tetapi tidak terlihat dalam kerja organisasi. Kondisi ini, kata dia, berpotensi melemahkan daya dorong gerakan mahasiswa jika dibiarkan.


Ia juga menyinggung budaya berkumpul di kalangan aktivis yang kerap berhenti pada obrolan tanpa arah. Tradisi tersebut dinilai perlu bergeser menjadi ruang konsolidasi strategis.


“Berkumpul itu penting, tapi jangan berhenti di meja kopi. Gunakan organisasi untuk membangun relasi dengan tokoh, alumni, dan lintas gerakan. Networking adalah aset setelah kampus,” ujarnya.


Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, Irfan menilai pengalaman organisasi dapat menjadi pembeda. Tanpa keterlibatan yang serius, mahasiswa berisiko menghadapi kesenjangan keterampilan saat memasuki dunia profesional.


Ia pun mendorong kader IMM Riau lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan media sosial untuk memperkuat personal branding sekaligus memperluas pengaruh organisasi.


“Jangan jadi penonton di rumah sendiri. Kader harus hadir sebagai penggerak, bukan sekadar pengisi daftar struktur,” kata Irfan.


Pernyataan ini menjadi sinyal kritik internal di tubuh IMM Riau sekaligus pengingat bahwa organisasi mahasiswa dituntut tetap relevan—tidak hanya sebagai ruang kaderisasi, tetapi juga sebagai tempat membangun kapasitas dan jejaring masa depan.


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kader IMM Riau Disentil: Jangan Sekadar Numpang Nama di Struktur

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x