terkini

Ads Google

Hampir 24 Tahun SANGKAS Tetap Berkarya

Sri Handayani
6/18/26, 23:50 WIB Last Updated 2026-06-18T16:50:12Z
Hampir 24 Tahun SANGKAS Tetap Berkarya

Kabaran.id, Pekanbaru – SANGKAS band menjadi salah satu kelompok musik yang konsisten mewarnai perjalanan musik independen di Kota Pekanbaru selama hampir 24 tahun.

Band yang mengusung warna musik metal progresif ini lahir sekitar akhir tahun 2002 dari lingkungan kampus UIN Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Pekanbaru, Riau.

Awal terbentuknya SANGKAS berangkat dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Qasimiyah, yang kemudian mengalami penyesuaian penulisan menjadi Sanggar Kasimiyah.

Dari nama organisasi inilah lahir nama SANGKAS, yang merupakan singkatan dari SANGgar KASimiyah.

Menariknya, formasi awal SANGKAS bukan dibentuk secara mandiri oleh para personelnya, melainkan melalui proses seleksi yang dilakukan oleh para senior di Sanggar Kasimiyah.

Saat itu, band ini dipersiapkan untuk menjadi grup pengiring sekaligus pengisi berbagai kegiatan dan acara yang diselenggarakan di lingkungan kampus.

Selain memiliki makna resmi sebagai singkatan Sanggar Kasimiyah, para personel juga memiliki candaan internal yang menyebut SANGKAS sebagai singkatan dari “Sanggar Kasmaran” atau “Sang Kasmaran”.

Filosofi tersebut mencerminkan harapan agar seluruh personel tetap solid dan kompak, meskipun masing-masing memiliki latar belakang serta kecenderungan genre musik yang berbeda.

Sejak awal berdiri, SANGKAS memiliki komitmen kuat untuk hadir dan berkembang di tengah dinamika musik Kota Pekanbaru.

Mereka bertekad mengikuti jejak senior mereka, yakni Sultanic Band, yang lebih dahulu dikenal di kalangan pecinta musik setempat.

Dalam perjalanan bermusiknya, SANGKAS banyak membawakan lagu-lagu dari band dan musisi ternama seperti Slank, Power Metal, Helloween, Mr. Big, Voodoo, Extreme, hingga Dream Theater.

Tidak hanya itu, mereka juga aktif membawakan karya-karya ciptaan sendiri yang menjadi identitas musikal band tersebut.

Kombinasi kemampuan teknis, eksplorasi musik progresif, serta semangat berkarya membuat SANGKAS mampu mencuri perhatian komunitas musik Pekanbaru pada masanya.

Kehadiran mereka di berbagai panggung dan event musik menjadikan nama SANGKAS semakin dikenal di kalangan penikmat musik rock dan metal.

Periode 2002 hingga 2006 menjadi salah satu masa paling berkesan dalam perjalanan band ini. Meski harus menghadapi berbagai dinamika, termasuk pergantian personel yang cukup sering, SANGKAS tetap menunjukkan konsistensi dan semangat untuk terus berkarya.

Keteguhan tersebut membuahkan sejumlah prestasi dan pengalaman berharga yang semakin mengukuhkan eksistensi mereka di dunia musik lokal.

Kini, setelah hampir seperempat abad berkarya, SANGKAS masih tetap aktif bermusik dan mempertahankan semangat yang sama seperti saat pertama kali dibentuk.

Dengan formasi terkini yang terdiri dari Tiyo (vokal), Hendra (drum), Deddy (bass), Gino (gitar), dan Eka Cresc (gitar), SANGKAS terus melangkah membawa semangat metal progresif serta menjaga warisan perjalanan panjang mereka di kancah musik Pekanbaru.

Keberadaan SANGKAS menjadi bukti bahwa konsistensi, persahabatan, dan kecintaan terhadap musik mampu menjaga sebuah band tetap hidup melintasi generasi.

Setelah hampir 24 tahun berkiprah, SANGKAS tidak hanya menjadi bagian dari sejarah musik Pekanbaru, tetapi juga terus berkontribusi dalam menginspirasi musisi-musisi muda untuk berkarya dan menjaga semangat independen di dunia musik Indonesia. (Bd20)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hampir 24 Tahun SANGKAS Tetap Berkarya

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x