terkini

Ads Google

Enam Hari Padamkan Karhutla, Kapolres Tetap Bertahan

Redaksi
9/08/26, 13:20 WIB Last Updated 2026-09-08T06:20:32Z



MERANTI KABARAN.ID  — Api belum sepenuhnya padam di lahan gambut Dusun Penapat, Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang. Memasuki hari keenam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (8/9), Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., masih berada di tengah personel gabungan untuk memastikan proses pemadaman terus berjalan.


Sejak karhutla meluas dan sulit dikendalikan, Gede Adi memilih turun langsung ke lokasi, bukan sekadar memantau dari posko. Panas, asap, debu serta medan yang sulit menjadi bagian dari aktivitas pemadaman yang bahkan kerap berlangsung hingga dini hari.


“Kalau api belum bisa kita kendalikan, kita tidak bisa meninggalkan lokasi. Kita harus memastikan api tidak menjalar dan terus dilakukan pemadaman serta pendinginan,” kata Gede Adi.


Kondisi di lapangan menjadi tantangan tersendiri karena api membakar kawasan gambut dengan kedalaman sekitar tiga hingga empat meter. Bara api tidak hanya berada di permukaan, tetapi dapat bertahan di bawah tanah dan kembali muncul ketika mendapat suplai udara.


Situasi diperparah angin dari arah laut yang bertiup cukup kencang dan berubah arah. Kondisi tersebut membuat pergerakan api sulit diprediksi sehingga titik yang sebelumnya terlihat terkendali masih berpotensi kembali terbakar dan menjalar ke bagian lahan lainnya.


Gede Adi pun tetap berada di lokasi untuk melihat langsung kondisi medan, mengatur pergerakan personel dan memastikan pemadaman menjangkau titik-titik api yang sulit diakses. Aktivitas bahkan dapat berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WIB sebelum kembali dilanjutkan sekitar pukul 05.00 WIB untuk memantau perkembangan api.


“Memang kondisinya berat. Tapi yang paling penting bagaimana api ini segera dikendalikan agar tidak meluas,” ujarnya.


Karhutla di Gemala Sari sebelumnya telah meluas hingga sekitar 85 hektare. Hingga Selasa pukul 06.00 WIB, masih terpantau satu fire spot (FS) dengan intensitas medium di wilayah tersebut pada koordinat 0°55’12.22” N, 102°58’59.16” E atau sekitar 0.92006, 102.9831. Sementara hotspot (HS) tidak terpantau dan cuaca dilaporkan cerah.


Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan Kapolres bersama jajaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), tim PT SRL, PT NSP serta masyarakat setempat. Menurut Gede Adi, proses tidak berhenti ketika api di permukaan padam karena bara yang tersembunyi di dalam gambut masih dapat kembali menyala. “Kita tidak hanya mengejar api yang terlihat. Pendinginan juga harus dilakukan supaya bara di bawah gambut tidak kembali menyala,” tegasnya.


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Enam Hari Padamkan Karhutla, Kapolres Tetap Bertahan

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x