KABARAN.ID, KEPULAUAN MERANTI – Tujuh tahun perjalanan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menjadi momentum untuk kembali merefleksikan arah perjuangan politik dalam menjawab berbagai persoalan bangsa. Di tengah tantangan ekonomi, ketimpangan pembangunan, perubahan tatanan dunia, dan harapan masyarakat terhadap kehidupan yang lebih baik, Partai Gelora hadir membawa semangat perubahan yang berangkat dari kegelisahan bersama tentang masa depan Indonesia.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Indonesia Kabupaten Kepulauan Meranti, Musa, memaknai peringatan hari ulang tahun ketujuh ini bukan sekadar bertambahnya usia sebuah organisasi politik. Baginya, momentum tersebut merupakan pengingat bahwa perjuangan politik harus memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar meraih kekuasaan, yakni menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
"Partai Gelora lahir dari kegelisahan yang sama. Kegelisahan melihat besarnya potensi bangsa yang belum sepenuhnya menjadi kesejahteraan rakyat. Kegelisahan terhadap ketimpangan pembangunan, terbatasnya kesempatan ekonomi, serta berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Dari kegelisahan itulah muncul kesadaran bahwa Indonesia membutuhkan gerakan bersama untuk menghadirkan perubahan," ujar Musa.
Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa besar dengan kekayaan sumber daya alam, keberagaman budaya, dan posisi geografis yang sangat strategis. Namun, seluruh keunggulan tersebut harus diiringi dengan pembangunan kualitas manusia, penguatan ekonomi nasional, serta kepemimpinan yang mampu membaca perubahan zaman. Tanpa langkah yang terarah, potensi besar bangsa dikhawatirkan belum dapat memberikan manfaat secara merata bagi seluruh masyarakat.
Musa menegaskan bahwa semangat perjuangan Partai Gelora tidak dapat dipisahkan dari gagasan menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dunia. Gagasan tersebut bertumpu pada keyakinan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk tampil sebagai bangsa yang maju, mandiri, berdaulat, dan diperhitungkan dalam percaturan global. Karena itu, politik tidak semestinya hanya berkutat pada persaingan elektoral, tetapi juga harus melahirkan pemikiran besar dan langkah nyata bagi kemajuan bangsa.
Dalam pandangannya, karakter perjuangan Partai Gelora yang berlandaskan Pancasila serta mengusung semangat nasionalisme dan religiusitas menjadi fondasi penting untuk membangun kehidupan politik yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada persatuan. Perbedaan suku, agama, budaya, maupun pilihan politik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dikelola untuk mencapai cita-cita kebangsaan.
"Indonesia tidak akan menjadi bangsa besar apabila energi kita terus dihabiskan untuk mempertajam perbedaan. Kita membutuhkan politik yang mampu mempertemukan gagasan, membangun kolaborasi, dan menggerakkan seluruh potensi bangsa. Bagi kami, persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk bergerak menuju tujuan yang sama," ungkapnya.
Sebagai daerah kepulauan yang berada di wilayah perbatasan, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki tantangan pembangunan yang tidak sederhana. Persoalan konektivitas antarpulau, keterbatasan lapangan pekerjaan, penguatan ekonomi masyarakat pesisir, akses pendidikan, hingga pemerataan pelayanan publik merupakan bagian dari kenyataan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan nasional harus mampu menjangkau masyarakat hingga wilayah terluar Indonesia.
Musa menilai, cita-cita menjadikan Indonesia sebagai kekuatan dunia harus dimulai dari keberhasilan membangun daerah. Kemajuan nasional tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi di kota-kota besar, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan nelayan, petani, pelaku usaha kecil, pekerja, dan generasi muda di daerah kepulauan. Dalam konteks Kepulauan Meranti, pembangunan yang berkeadilan harus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik.
"Indonesia yang kuat harus dibangun dari daerah yang kuat. Kita tidak bisa berbicara tentang Indonesia sebagai kekuatan dunia apabila masih ada masyarakat di daerah yang menghadapi kesulitan dalam mengakses peluang ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar. Karena itu, perjuangan politik harus hadir sampai ke akar rumput, mendengar persoalan masyarakat, dan ikut memperjuangkan jalan keluarnya," tegas Musa.
Lebih lanjut, ia memandang bahwa tantangan politik Indonesia ke depan bukan hanya menyangkut pergantian kepemimpinan, melainkan juga kemampuan membangun kepercayaan publik. Masyarakat semakin membutuhkan politik yang menghadirkan keteladanan, keterbukaan, dan keberpihakan pada kepentingan umum. Partai politik dituntut untuk tidak berhenti pada janji dan slogan, tetapi mampu membuktikan keberadaannya melalui kerja-kerja sosial, pendidikan politik, serta keterlibatan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Memasuki usia ketujuh, Musa berharap Partai Gelora Indonesia terus memperkuat konsolidasi organisasi, membangun kader yang memiliki integritas, serta membuka ruang partisipasi bagi generasi muda. Menurutnya, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh lahirnya generasi yang memiliki keberanian berpikir besar, kemampuan beradaptasi, dan kesediaan untuk bekerja melampaui kepentingan pribadi maupun kelompok.
Pada akhirnya, Musa menegaskan bahwa semangat Indonesia Bergelora harus dimaknai sebagai ajakan untuk mengubah kegelisahan menjadi kesadaran, kesadaran menjadi gerakan, dan gerakan menjadi karya nyata. Tujuh tahun perjalanan Partai Gelora merupakan bagian dari proses panjang membangun kekuatan politik yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.
"Selamat ulang tahun ke-7 Partai Gelora Indonesia. Semoga semakin matang dalam perjuangan, semakin dekat dengan rakyat, dan semakin kuat dalam menjaga cita-cita besar bangsa. Kita mungkin datang dari latar belakang yang berbeda, tetapi memiliki kegelisahan yang sama tentang masa depan negeri ini. Dari kegelisahan yang sama, mari bergerak bersama untuk Indonesia yang lebih maju, adil, sejahtera, dan bermartabat. Indonesia Bergelora, #KegelisahanKitaSama," tutup Musa.
%20(1)-min.png)

%20(1)-min.png)

