terkini

Ads Google

Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat, Aceh Terberat

Sri Handayani
1/17/26, 00:32 WIB Last Updated 2026-01-16T17:32:30Z
Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat, Aceh Terberat


Kabaran.id, Aceh - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memaparkan perkembangan terbaru penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh. Bencana hidrometeorologi tersebut tercatat menelan korban jiwa hingga ribuan orang serta meninggalkan kerusakan infrastruktur yang masif.


Paparan itu disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang digelar pada Kamis (15/1/2026). Ia menegaskan, dampak bencana tidak hanya menyentuh aspek kemanusiaan, tetapi juga melumpuhkan fasilitas publik di berbagai daerah.


“Fasilitas umum terdampak cukup luas, mulai dari rumah ibadah, fasilitas kesehatan, gedung pemerintahan, pendidikan, hingga jembatan. Jembatan saja sebelumnya tercatat 405 unit, sekarang setelah rekap menjadi 2.056 unit. Ada perbedaan data awal dengan pembaruan,” ujar Tito.


Berdasarkan data per 14 Januari 2026, total rumah warga yang mengalami kerusakan mencapai 175.050 unit. Rinciannya, 75.653 rumah rusak ringan, 45.085 rusak sedang, dan 53.412 unit rusak berat.


Sumatera Barat Hampir Pulih

Di antara tiga provinsi terdampak, Sumatera Barat disebut sebagai wilayah dengan progres pemulihan paling signifikan. Dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, sebanyak 16 daerah sempat terdampak bencana.


“Dari 16 daerah itu, kini dapat dikatakan empat daerah sudah pulih sebagian besar atau mendekati pulih,” kata Tito.


Ia memastikan roda pemerintahan kabupaten/kota di Sumbar telah kembali berjalan normal. Layanan kesehatan, termasuk seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), juga telah beroperasi penuh. Namun demikian, beberapa puskesmas masih memerlukan perhatian khusus, terutama di Padang Pariaman, Agam, dan Kota Padang.


“Semua RSUD se-Sumatera Barat sudah normal, hijau semua,” tuturnya.


Sumatera Utara: Pendidikan Jadi Tantangan

Sementara itu, bencana di Sumatera Utara berdampak pada 18 dari total 33 kabupaten/kota. Wilayah terdampak mencakup 163 kecamatan dan 897 desa.


Jumlah pengungsi di Sumut mengalami penurunan signifikan, dari semula sekitar 53 ribu jiwa menjadi 13,6 ribu orang. Tito menyebut, layanan pemerintahan dan kesehatan pada umumnya telah kembali normal.


“Untuk pemerintahan kabupaten, semuanya berjalan lancar,” ucapnya.


Namun, sektor pendidikan menjadi tantangan terberat. Banyak sekolah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Langkat, Kota Medan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Selain itu, akses jalur darat di sejumlah daerah seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Deli Serdang masih membutuhkan penanganan serius. Pemulihan ekonomi juga belum optimal karena aktivitas pasar di beberapa wilayah belum sepenuhnya pulih.


Aceh Butuh Tambahan Personel dan Alat Berat

Di Provinsi Aceh, dampak bencana tergolong paling berat. Hingga 14 Januari 2026, tercatat 551 orang meninggal dunia dan 28 orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, sebanyak 21 desa dilaporkan hilang akibat terjangan banjir dan longsor.


Kerusakan pasar di Aceh juga cukup parah, dengan 11 unit rusak berat, 11 rusak sedang, dan 9 rusak ringan. Lumpur tebal menjadi kendala utama sehingga sejumlah pasar belum dapat difungsikan kembali.


“Yang rusak berat itu sama sekali tidak bisa dipakai. Lumpur menjadi masalah nomor satu di Aceh,” jelas Tito.


Selain itu, gangguan listrik masih terjadi di beberapa kabupaten, seperti Nagan Raya, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah. Untuk mempercepat pemulihan, Tito menegaskan Aceh memerlukan tambahan personel serta alat berat guna mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi. **

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat, Aceh Terberat

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x