Batam, Kabaran.id – Semangat membangun pers yang bermartabat dan profesional terus menguat di Kota Batam. Sejumlah wartawan lintas media tengah mempersiapkan pembentukan kepengurusan Ikatan Wartawan Indonesia (IWI) Kota Batam sebagai wadah pemersatu insan pers yang berkomitmen menjaga integritas, memperkuat solidaritas, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
Langkah ini menjadi tonggak awal lahirnya organisasi yang diharapkan mampu menjawab tantangan dunia jurnalistik di era digital. Di tengah arus informasi yang kian cepat dan kompetisi media yang semakin ketat, kehadiran wadah resmi yang fokus pada peningkatan kualitas wartawan dinilai sangat penting.
Pendiri IWI Kota Batam, Rangga, menegaskan bahwa organisasi ini hadir bukan sekadar simbol, melainkan ruang pembinaan dan penguatan profesi.
“Ikatan Wartawan Indonesia di Kota Batam bukan sekadar organisasi, melainkan rumah besar bagi wartawan yang ingin tumbuh bersama dalam integritas dan profesionalisme. Kita ingin membangun pers yang kuat, solid, dan beretika,” ujar Rangga dalam keterangan tertulis, Senin (23/2).
Ia menambahkan, rapat pembentukan kepengurusan secara resmi direncanakan digelar setelah Hari Raya Idulfitri. Agenda tersebut akan membahas struktur organisasi, penyusunan program kerja, hingga penetapan arah gerak organisasi ke depan.
“Insya Allah setelah Lebaran kita akan menggelar rapat pembentukan kepengurusan. Ini menjadi langkah awal untuk membangun organisasi yang terstruktur, profesional, dan memiliki program kerja nyata,” tambahnya.
Saat ini, IWI Kota Batam masih dalam tahap perekrutan anggota. Proses dilakukan secara bertahap dan terbuka bagi wartawan yang memiliki komitmen terhadap profesionalisme dan etika jurnalistik.
Panitia inisiasi juga tengah mempersiapkan pembuatan seragam organisasi sebagai identitas resmi anggota. Seragam tersebut diharapkan menjadi simbol kebersamaan sekaligus kehormatan profesi wartawan yang tergabung dalam IWI.
UKW Jadi Prioritas
Salah satu program prioritas IWI Kota Batam adalah mendorong dan memfasilitasi anggota untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Langkah ini menjadi komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme anggotanya.
Rangga menegaskan, anggota yang bergabung akan diikutsertakan secara bertahap dalam UKW sebagai bentuk peningkatan kapasitas dan legalitas profesi.
“Rekan-rekan yang bergabung akan kita dorong dan fasilitasi mengikuti UKW secara bertahap. Ini menjadi prioritas, karena kita ingin wartawan yang tergabung benar-benar kompeten dan memiliki standar profesional yang jelas,” tegasnya.
Menurutnya, UKW bukan sekadar formalitas, melainkan bukti kompetensi, pemahaman kode etik, serta tanggung jawab profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Makna dan Filosofi Logo IWI
Sebagai identitas resmi organisasi, logo Ikatan Wartawan Indonesia memiliki makna sebagai berikut:
- Warna emas: melambangkan kehormatan, profesionalisme, integritas, serta kemuliaan profesi wartawan sebagai pilar demokrasi dan penjaga kebenaran.
- Bentuk simetris huruf “I” dan “W”: merepresentasikan persatuan, solidaritas, keseimbangan, serta komitmen menyajikan informasi yang objektif dan berimbang.
- Pena di tengah logo: simbol kekuatan tulisan sebagai sarana perjuangan, pengawasan sosial, dan penyampai kebenaran berdasarkan kode etik jurnalistik.
- Bintang di bagian atas: melambangkan cita-cita luhur, nilai moral, serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Latar hitam: menggambarkan ketegasan, independensi, netralitas, serta keteguhan dalam menjaga integritas dan kebebasan pers.
Secara keseluruhan, logo tersebut mencerminkan wartawan Indonesia yang bersatu, berintegritas, profesional, serta berkomitmen menjadi penerang informasi bagi masyarakat.
Menuju Organisasi yang Solid dan Bermartabat
Pembentukan kepengurusan IWI Kota Batam diharapkan menjadi awal penguatan solidaritas pers di daerah. Dengan pembinaan berkelanjutan dan prioritas peningkatan kompetensi melalui UKW, organisasi ini optimistis mampu melahirkan wartawan yang profesional, beretika, dan berdaya saing tinggi.
Ikatan Wartawan Indonesia diharapkan bukan hanya menjadi wadah, tetapi gerakan bersama untuk menjaga marwah profesi dan memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi di Kota Batam.
(Agung Thole/Kabaran.id)
%20(1)-min.png)

%20(1)-min.png)

