Kabaran.id, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa peringatan Hari Tatar Sunda tidak berkaitan dengan upaya mengganti nama Provinsi Jawa Barat seperti isu yang beredar di media sosial.
Kegiatan Milangkala Tatar Sunda disebut murni sebagai upaya mengangkat sejarah, budaya, dan identitas kesundaan yang telah berkembang sejak masa Kerajaan Sunda.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Mas Adi Komar, mengatakan penggunaan istilah Tatar Sunda dalam rangkaian kegiatan kirab budaya dan pengarakkan mahkota Binokasih lebih menitikberatkan pada aspek historis dan budaya masyarakat Sunda, bukan menyangkut administrasi pemerintahan.
“Tidak ada yang mengarah ke sana. Saya pikir kalau nama Provinsi Jawa Barat masih ada dalam undang-undang ya. Untuk saat ini kan kita di Milangkala Tatar Sunda ini unsur budaya dan teritorial historis ya, tentang kerajaan Sunda dan lain-lain. Jadi, tidak berkaitan dengan wilayah administratif,” ujar Adi di Bandung, Minggu (17/5/2026).
Adi memastikan nama Provinsi Jawa Barat tetap sah dan tidak berubah karena telah diatur dalam undang-undang yang berlaku.
Menurutnya, peringatan Hari dan Milangkala Tatar Sunda dibuat untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah serta warisan budaya Sunda yang telah tumbuh di wilayah Jawa Barat sejak ratusan tahun lalu.
Ia juga menjelaskan bahwa penetapan Hari dan Milangkala Tatar Sunda telah melalui kajian akademis yang melibatkan para akademisi sebelum akhirnya ditetapkan melalui keputusan gubernur.
“Di awal, ada kajian secara akademis oleh akademisi. Milangkala Tatar Sunda ini disampaikan mengangkat historis kesundaan, dan sudah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur juga, untuk penetapannya pada 18 Mei,” ucapnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat tetap dilaksanakan setiap 19 Agustus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Tetap ada ketentuan yang mengaturnya. Jadi, tetap bisa dikatakan tanggal 19 Agustus, kita mungkin nanti menunggu kajian lebih lanjut untuk tahun depan,” tutur Adi. (Antara/Bd20) **


