terkini

Ads Google

LAMR Meranti Ikuti Seminar Budaya Melayu Internasional

Redaksi
8/12/26, 17:53 WIB Last Updated 2026-08-12T10:53:12Z



MERANTI KABARAN.ID — Jajaran pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti turut berpartisipasi dalam Seminar Internasional Budaya Melayu Pesisir Selat Melaka bertajuk “BAB AL QAWA’ID dan Kesultanan Islam Nusantara” yang digelar Institut Agama Islam Tafaquh Fiddin (IAITF) Dumai, Rabu (12/8/2026).


Seminar yang berlangsung secara hibrid tersebut dipusatkan di Ruang Raja Indra Pahlawan Lantai 2 Kantor Bupati Siak. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WIB dan diikuti sebanyak 785 peserta melalui Zoom Meeting dari berbagai kalangan, mulai akademisi, praktisi hingga tokoh masyarakat.


Seminar secara resmi dibuka Bupati Siak, Dr. Afni Z, S.A.P., M.Si. Ia juga menjadi salah satu keynote speaker bersama Presiden PIPSM Prof. Dr. S. Salahudin Suyurno serta Rektor IAITF Dumai sekaligus Sekjen PIPSM, Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.Phil.


Sejumlah akademisi dan tokoh budaya dari Indonesia serta Malaysia turut memberikan materi dalam forum tersebut. Mereka antara lain Ustaz Ahmad Syarifuddin, SH dari IAITF Dumai, Prof. Dr. Hj. R.A. Huzaifah Dato’ Hasim, SE dari DMDI International College Malaysia, Dr. Azizur Rahman Ramli dari Universiti Teknologi MARA Cawangan Johor Malaysia, Datuk Seri Drs. H. Arfan Usman, M.Pd selaku Ketua DPH LAMR Kabupaten Siak, serta Dr. M. Hatta, M.Pd dari STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak.


Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, forum internasional seperti ini penting untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai sejarah, nilai budaya, serta peradaban Islam yang berkembang di kawasan Melayu Pesisir Selat Melaka.


“Seminar ini memberikan perspektif yang sangat kaya bagi pengembangan kajian komunikasi budaya dan Islam. Warisan sejarah serta kaidah Bab Al Qawa’id bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi peradaban yang harus terus didokumentasikan, disiarkan, dan dilestarikan oleh generasi muda, khususnya melalui pendekatan media dan komunikasi Islam,” ujarnya.


Menurut Afrizal, penguatan pemahaman sejarah dan kebudayaan Melayu menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman. Ia menilai generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal warisan intelektual, sosial, dan keagamaan yang membentuk identitas masyarakat Melayu di kawasan Selat Melaka.


Kehadiran LAMR Kepulauan Meranti dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kebudayaan Melayu lintas daerah dan negara. Forum tersebut juga membuka ruang pertukaran gagasan antara tokoh adat, akademisi, lembaga pendidikan, dan pemerhati sejarah Melayu.


Rangkaian seminar ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara IAITF Dumai dan LAMR Kabupaten Siak. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, kebudayaan, serta pengabdian kepada masyarakat.


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • LAMR Meranti Ikuti Seminar Budaya Melayu Internasional

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x