terkini

Ads Google

Tokoh Pejuang Meranti Desak Buku Sejarah Perjuangan Pemekaran Meranti Segera Diterbitkan

Redaksi
8/07/26, 19:00 WIB Last Updated 2026-08-07T12:08:27Z


MERANTI KABARAN.ID – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Kepulauan Meranti, muncul dorongan agar sejarah panjang perjuangan pembentukan daerah otonom tersebut segera didokumentasikan dalam sebuah buku. Sejumlah tokoh yang terlibat dalam proses pemekaran menilai dokumentasi itu penting sebagai warisan sejarah bagi generasi mendatang.


Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau, Sofyan Hamzah, BA, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penerbitan buku sejarah perjuangan lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti. Menurutnya, hingga hampir dua dekade sejak Meranti resmi menjadi kabupaten pada 2008, belum ada buku yang merekam secara utuh perjalanan panjang pembentukan daerah tersebut.


“Sudah hampir 18 tahun Meranti berdiri, namun pemerintah daerah belum menerbitkan buku sejarah perjuangan lahirnya daerah ini. Saya sangat mendesak agar buku ini segera diterbitkan, mumpung para pelaku sejarahnya masih ada. Sejarah lahirnya Meranti sangat penting diwariskan kepada anak cucu kita karena daerah ini lahir bukan sekadar pemberian, melainkan hasil perjuangan panjang yang berlangsung lebih dari setengah abad,” ujar Sofyan kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).


Sofyan mengungkapkan, semangat untuk menyusun buku sejarah kembali menguat setelah dirinya dihubungi Ramlan, SH., CPLA, salah seorang tokoh perjuangan pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus penggagas Meranti Center Jakarta. Ramlan telah menyusun kerangka awal penulisan yang kemudian mendapat respons positif dari berbagai kalangan pejuang.


Ramlan mengatakan gagasan penyusunan buku berawal dari diskusi di lingkungan Wadah GW Kerukunan Keluarga Besar Pejuang Kabupaten Kepulauan Meranti (KKBPKM). Menurutnya, hingga kini belum ada dokumentasi yang mampu merekam secara menyeluruh proses perjuangan pemekaran daerah yang telah berlangsung sejak 1957 hingga akhirnya Kabupaten Kepulauan Meranti resmi berdiri pada 2008.


“Sudah hampir 18 tahun kabupaten tercinta ini berdiri, namun belum ada langkah nyata, baik dari pemerintah daerah maupun para pejuang sendiri, untuk menerbitkan buku sejarah perjuangan ini. Karena itu, kami mulai menyusun kerangka penulisan sebagai langkah awal,” kata Ramlan.


Buku tersebut untuk sementara diberi judul “Setengah Abad Memperjuangkan Lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti”. Sebelum diterbitkan, para penggagas berencana menggelar seminar bedah sejarah yang melibatkan seluruh simpul perjuangan, seperti BP2KM Selatpanjang, BP2KM Riau di Pekanbaru, Ikatan Keluarga Besar Meranti di Batam, Karimun, Tanjungpinang, Dumai, Siak, hingga Meranti Center Jakarta. Setiap simpul diminta menghimpun dokumen, arsip, dan kesaksian sejarah agar isi buku tersusun secara objektif dan komprehensif.


Sekretaris Jenderal BP2KM, Falzan Surahman, menilai perjalanan pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan bagian penting dari sejarah daerah yang layak diabadikan. Menurutnya, perjuangan yang berlangsung lebih dari lima dekade merupakan bukti kuat kegigihan masyarakat Meranti dalam memperjuangkan daerah otonom sendiri.


Dukungan serupa juga datang dari tokoh masyarakat Meranti di Pekanbaru, Hajah Jahlela Wati, SH., serta Ketua Umum Meranti Center Jakarta, Firdaus Muchtar Jamil. Keduanya menyatakan siap berkontribusi melalui penyediaan dokumen sejarah maupun keterlibatan dalam seminar bedah sejarah. Penerbitan buku tersebut diharapkan menjadi dokumentasi resmi perjalanan panjang lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus menjadi sumber referensi bagi generasi mendatang agar memahami bahwa berdirinya daerah itu merupakan hasil perjuangan kolektif yang berlangsung lebih dari setengah abad.


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tokoh Pejuang Meranti Desak Buku Sejarah Perjuangan Pemekaran Meranti Segera Diterbitkan

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x