terkini

Ads Google

BEM Fahutan Unilak Pasang Spanduk: Pertanyakan Pembuangan Limbah RAPP

Redaksi
8/23/23, 16:47 WIB Last Updated 2023-08-23T09:47:37Z


Kabaran Pekanbaru,- Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning (BEM Fahutan Unilak) mengambil langkah tegas, terkait dengan tidak transparannya PT Riau Andalan Pulp and Paper, terkait polemik Water Intake dan limbah yang dihasilkan. 


Protes mahasiswa ini disampaikan dengan melakukan pemasangan spanduk. Adapun spanduk yang berisi protes terhadap salah satu perusahaan kertas terbesar di Riau  dipasang di beberapa titik. 


Diantaranya di depan Kantor Gubernur Riau Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru. Spanduk bertuliskan "Selamatkan Sungai Kampar!!! Berapa PH Limbah RAPP???

# BEMFAHUTANUNILAK, terpasang, Rabu (23/8/2023) dinihari. 


Bukan hanya di depan Kantor Gubernur Riau, pemasangan spanduk dengan tulisan "Adakah AMDAL Water INTAKE dan Pembuangan LIMBAH RAPP???

Pak Presiden Jokowi Main-Mainlah ke DESA SERING Pelalawan

#BEM FAHUTAN UNILAK", terpasang di bagian luar, dekat pagar Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. 


Pemasangan spanduk bertuliskan "Pindahkan Water Intake RAPP

Benarkah PH Limbah RAPP 3,1???

PAK Presiden Jokowi Turun ke Riau Yuk

#BEM FAHUTAN UNILAK terpasang di Penyebarangan khusus pejalan kaki, di Jalan Sudirman, tepatnya sebelum Kantor DPR Riau. 


Dalam press realese yang diterima dari BEM Fakuktas Kehutanan Unilak, Ketua Umum BEM Fakultas Kehutanan Unilak, Hakem Wirayuda, PT RAPP harus transparan dan menjelaskan kebenaran Water Intake dan berapa sebenarnya PH yang dihasilkan dari limbahnya. 


"Penyelamatan Sungai Kampar dari pencenaran limbah yang tidak memenuhi baku mutu, memang harus dakukan pencegahannya. Kami hanya ingin mengetahui berapa sebenarnya unsur PH yang terkandung dalam Water Intake ini. Dan yang dialirkan ke kanal pembuangannya,"ujar Hakem Wirayuda. 


Hakem juga berharap, Presiden Jokowi yang dikenal dengan pro rakyat, bisa turun ke Desa Sering, Kabupaten Pelalawan. Melihat secara langsung, kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dispanjang aliran Sungai Kampar. 


Dikatakan Hakem, Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning (Unilak), sedang membahas persoalan Water Intake ini. Setelah ini surat secara tertulis akan disampaikan kepada Presiden Jokowi dan Kementerian Lingkungan  Hidup dan Kehutan RI. 


"Kita berencana mengirimkan surat kepada Presiden Jokowidodo. Agar bisa memberikan kebijaan kongkrit untuk persoalang terkait dengan lingkungan hidup ini," ungkapnya.***

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BEM Fahutan Unilak Pasang Spanduk: Pertanyakan Pembuangan Limbah RAPP

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x