terkini

Ads Google

Perjuangkan Penambahan Rasio Elektrifikasi, Ketua DPRD Kepulauan Meranti Berkoordinasi ke Kementerian BUMN

Redaksi
3/21/24, 17:13 WIB Last Updated 2024-04-24T04:31:55Z


Kabaran Jakarta - Kabupaten Kepulauan Meranti, sebagai perwakilan terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terletak secara strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Namun, di tengah potensi strategisnya, Kabupaten Kepulauan Meranti masih menghadapi tantangan besar terutama dalam hal akses listrik.


Dalam sebuah laporan singkat, diketahui bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki luas wilayah yang cukup besar, mencakup 9 kecamatan, 101 desa/kelurahan, dengan jumlah penduduk mencapai 213.500 jiwa pada tahun 2022. Namun, tingginya angka kemiskinan, yang mencapai 23,84% dari total penduduk pada tahun yang sama, menjadi sorotan utama.


Salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan di wilayah ini adalah rendahnya ketersediaan infrastruktur energi listrik. Kondisi ini turut memengaruhi produktivitas sektor ekonomi, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang merupakan tulang punggung perekonomian lokal.


Untuk mengatasi permasalahan ini, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H Fauzi Hasan, MIkom, mengambil langkah konkret dengan melakukan koordinasi langsung ke Kementerian BUMN. Tujuannya adalah untuk membahas langkah-langkah strategis guna meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah tersebut.


Dalam kunjungannya, Ketua DPRD Kepulauan Meranti menyampaikan bahwa sistem kelistrikan di kabupaten tersebut masih jauh dari standar yang diinginkan. Hanya sekitar 77,5% dari total wilayah telah teraliri listrik, dengan beberapa kecamatan bahkan masih di bawah 40%.


Langkah-langkah untuk meningkatkan akses listrik telah dibahas, termasuk identifikasi potensi dan kendala dalam penyediaan listrik, serta merumuskan solusi-solusi efektif guna meningkatkan rasio elektrifikasi. Kerjasama antara DPRD dan BUMN diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Kepulauan Meranti.


Selain itu, dalam pertemuan tersebut, manajemen PT PLN juga menjelaskan rencana pengembangan sistem kelistrikan di Kabupaten Kepulauan Meranti, termasuk pembangunan Sistem Interkoneksi dari Sumatera melalui kabel laut yang direncanakan akan beroperasi pada tahun 2026.


Meskipun solusi jangka panjang sedang disiapkan, Ketua DPRD Kepulauan Meranti juga meminta solusi jangka pendek untuk mengatasi rendahnya ketersediaan infrastruktur energi listrik. Alhamdulillah, solusi jangka pendek telah direalisasikan dengan penambahan mesin pembangkit listrik di beberapa lokasi yang membutuhkan.


Dengan langkah-langkah ini, harapannya pada tahun 2024, mimpi Kepulauan Meranti yang terang dapat menjadi kenyataan. Kemiskinan dapat teratasi, dan masyarakat Kepulauan Meranti dapat hidup sejahtera dan bahagia.


Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pihak terkait, diharapkan Kabupaten Kepulauan Meranti dapat terus maju dan berkembang, menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan melalui akses listrik yang merata dan berkualitas. (Adv)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Perjuangkan Penambahan Rasio Elektrifikasi, Ketua DPRD Kepulauan Meranti Berkoordinasi ke Kementerian BUMN

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x