terkini

Ads Google

Festival Sangkuriang 2025, Warga Cimahi Gaungkan Persatuan Nusantara

Sri Handayani
12/16/25, 08:28 WIB Last Updated 2025-12-16T01:28:55Z
Festival Sangkuriang 2025, Warga Cimahi Gaungkan Persatuan Nusantara



Kabaran.id, Cimahi - Di tengah sorotan publik atas kasus dugaan penghinaan terhadap Suku Sunda yang melibatkan YouTuber Adimas Firdaus alias Resbob, Pemerintah Kota Cimahi justru menggaungkan pesan kebersamaan melalui gelaran Festival Sangkuriang 2025. Acara yang berlangsung di Alun-Alun Kota Cimahi, Sabtu (13/12/2025), menjadi panggung nyata persatuan di tengah keberagaman.

Festival hasil kolaborasi Pemkot Cimahi dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) tersebut menghadirkan representasi 23 etnis yang hidup dan berkembang di Kota Cimahi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan publik, tetapi juga ruang pemersatu lintas budaya sekaligus upaya konkret pelestarian seni tradisional Nusantara.

Rangkaian acara dibuka dengan parade budaya yang bergerak dari kawasan Cimahi Mall menuju Alun-Alun Cimahi. Setelah itu, panggung utama diisi beragam penampilan seni, mulai dari tarian daerah, musik etnik, hingga peragaan busana adat dari berbagai penjuru Indonesia. Antusiasme warga tampak begitu tinggi, menandakan kuatnya dukungan masyarakat terhadap kegiatan budaya yang menjunjung nilai toleransi dan persaudaraan.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Sangkuriang yang dinilainya sebagai simbol nyata kebhinekaan. Ia menegaskan bahwa keberagaman latar belakang masyarakat Cimahi merupakan potensi besar yang harus dirawat dan dikelola melalui pendekatan budaya.

“Festival ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah sarana memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan. Perbedaan suku, agama, dan budaya bukan alasan untuk terpecah, justru menjadi kekuatan dalam membangun Cimahi yang aman, rukun, dan kondusif,” ujar Ngatiyana.

Ia menjelaskan, nama Sangkuriang dipilih sebagai simbol semangat kerja cepat, kolaboratif, dan efektif. Filosofi tersebut tercermin dari proses perencanaan hingga pelaksanaan acara yang dilakukan secara terkoordinasi. Ngatiyana juga menegaskan bahwa kegiatan ini dibiayai melalui APBD Kota Cimahi serta swadaya Forum Pembauran Kebangsaan dengan dukungan berbagai mitra.

Sementara itu, Ketua FPK Kota Cimahi, Totong Solehudin, menjelaskan bahwa FPK merupakan wadah pembauran etnis yang dibentuk berdasarkan amanat peraturan perundang-undangan. Hingga kini, FPK Cimahi menaungi 23 etnis yang aktif berperan dalam menjaga kerukunan sosial.

“Festival Sangkuriang kami rancang sebagai ruang temu lintas etnis, ruang dialog, sekaligus panggung kebudayaan. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan berkembang sebagai kalender event budaya berkelanjutan,” tutur Totong.

Melalui Festival Sangkuriang 2025, Pemkot Cimahi menegaskan komitmennya dalam mendukung pemajuan kebudayaan, penguatan nilai toleransi, serta pembangunan sosial yang inklusif. Festival ini diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi, menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya bangsa, dan menjaga persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Cimahi.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Resbob. Dalam video yang viral di media sosial, yang bersangkutan diduga menghina Suku Sunda dan kelompok suporter Persib Bandung, Viking, dengan kata-kata tidak pantas.

“Kami sudah melakukan profiling akun pelaku hate speech terhadap Viking dan warga Jawa Barat, dan saat ini proses penyelidikan sedang berjalan,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan. *
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Festival Sangkuriang 2025, Warga Cimahi Gaungkan Persatuan Nusantara

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x