terkini

Ads Google

Ketegangan Thailand–Kamboja Memanas, Darurat Militer dan Jam Malam Diberlakukan

Sri Handayani
12/14/25, 20:02 WIB Last Updated 2025-12-14T13:02:39Z
Ketegangan Thailand–Kamboja Memanas, Darurat Militer dan Jam Malam Diberlakukan


Kabaran.id,  Thailand - Situasi keamanan di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali memburuk. Pemerintah Thailand resmi memberlakukan status darurat militer disertai jam malam di sejumlah wilayah pada Ahad (14/12/2025), menyusul eskalasi konflik bersenjata yang kian intens.

 

Harian lokal Khaosod melaporkan, seorang prajurit Angkatan Darat Thailand gugur saat menjalankan tugas di kawasan perbatasan setelah wilayah tersebut diserang roket BM-21 pada hari yang sama.

 

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, mengungkapkan bahwa jam malam diterapkan di empat distrik di Provinsi Trat. Ia menegaskan bahwa baku tembak masih terjadi di beberapa titik sepanjang garis perbatasan, sebagaimana dilansir Bangkok Post.

 

Dengan status darurat militer tersebut, aparat keamanan diberikan kewenangan luas, termasuk melakukan penahanan, penggeledahan terhadap individu, kendaraan, hingga bangunan yang dinilai berpotensi mengancam stabilitas keamanan.

 

Di medan tempur, pasukan marinir Thailand dilaporkan berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah Ban Sam Lang dan Ban Nong Ree di kawasan Cham Rak, Distrik Muang, usai terlibat pertempuran sengit dengan militer Kamboja. Informasi ini disampaikan oleh Thai PBS.

 

Panglima Tertinggi Angkatan Darat Thailand, Jenderal Chaiyapruek Duangprapat, menyatakan bahwa operasi militer yang dilakukan bertujuan untuk memastikan Kamboja tidak lagi menjadi ancaman strategis bagi Thailand dalam jangka panjang.

 

Sementara itu, versi berbeda disampaikan Kementerian Pertahanan Kamboja. Menurut laporan Khmer Times, pihaknya menuding militer Thailand melakukan serangan ke sejumlah desa menggunakan artileri berat, pengeboman dari jet tempur F-16, serta pengerahan pasukan infanteri.

 

Di tengah memanasnya konflik, berbagai upaya diplomatik terus dilakukan. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkapkan melalui platform X bahwa dirinya telah melakukan komunikasi terpisah dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul. Anwar mendesak kedua negara untuk segera menghentikan permusuhan.

 

Ia juga mengusulkan pengerahan Tim Pengamat ASEAN (ASEAN Observer Team/AOT) yang akan dipimpin oleh Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia guna memantau situasi di lapangan. Misi tersebut, menurut Anwar, akan didukung teknologi pemantauan satelit milik Amerika Serikat.

 

Namun demikian, Anwar menyebutkan bahwa Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menilai gencatan senjata belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Menurut laporan Thai Enquirer, Bangkok berpandangan bahwa kondisi saat ini belum memungkinkan untuk perundingan damai.

 

Sebaliknya, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyatakan dukungannya terhadap inisiatif gencatan senjata. Melalui unggahan di Facebook pada Sabtu, ia menyebut Kamboja “menyambut dan mendukung” usulan perdamaian yang disampaikan Anwar Ibrahim.

 

Dampak konflik ini sangat signifikan. Bentrokan di sepanjang perbatasan telah memaksa sekitar 700.000 warga mengungsi di kedua negara. Jumlah korban jiwa dilaporkan mencapai 34 orang sejak Senin.

 

Di Kamboja, sedikitnya 11 warga sipil dilaporkan tewas. Sementara di Thailand, korban meninggal terdiri dari 16 prajurit dan tujuh warga sipil. Selain itu, lebih dari 290 personel militer dan kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka.

 

Thailand dan Kamboja sebelumnya sempat menandatangani kesepakatan damai di Kuala Lumpur pada Oktober lalu. Namun, perjanjian tersebut ditangguhkan setelah beberapa tentara Thailand mengalami luka serius akibat ledakan ranjau darat di wilayah perbatasan.

 

Hingga kini, sekitar 18 tentara Kamboja masih ditahan oleh otoritas Thailand terkait sejumlah insiden yang terjadi dalam lima bulan terakhir.

 

Sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja sendiri telah berlangsung lama dan kerap memicu bentrokan berdarah. Pada Juli lalu, konflik serupa bahkan dilaporkan menelan sedikitnya 48 korban jiwa. *

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketegangan Thailand–Kamboja Memanas, Darurat Militer dan Jam Malam Diberlakukan

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x