terkini

Ads Google

Hipma TTB Kecam PT Emp Malacca Starait Untuk Memberi Sanksi Tegas Kepada PT GSI

Redaksi
9/01/21, 22:10 WIB Last Updated 2021-09-01T15:10:53Z


Kabaran Kepulauan Meranti
- Mahasiswa yang tergabung di Himpunan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Tebing Tinggi Barat (HIPMA-TTB) pekanbaru merasa kecewa dan mengecam perusahaan Energi Mega Persada (EMP) Malacca Strait SA yang sedang beroperasi bersama sup Kontraktor PT. GSI, PT. BMA dan PT. BEP yang beroperasi di Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Meranti, Riau.


Hal ini pasalnya beberapa hari yang lewat perusahaan telah melakukan perbuatan yang fatal, yaitu Salah satunya yang dilakukan oleh perusahaan PT Gelombang Seismik Indonesia (GSI) yang bergerak di bidang jasa survei seismik. Kesalahan yang mereka lakukan yaitu: 

1. Mereka menganggap masyarakat lokal yang berada di Tebing Tinggi Barat tidak sanggup untuk bekerja di perusahaannya.

2. Mereka secara diam-diam memasukkan pekerja dari luar masuk ke daerah Tebing Tinggi Barat melalui jalur tikus. 

3. Terbukti para pekerja yang dibawa GSI dari luar  provinsi mereka  memalsukan dokumen sertifikat vaksin civid-19. 

4. Perusahaan bermain licik dengan berbagai alasan yang tidak logis ketika menyampaikan permasalahan.


"Selaku mahasiswa yang memiliki jiwa millenial dan berpendidikan melihat tingkah laku perusahaan yang seperti ini mereka menyatakan sikap bahwasanya perusahaan ini sudah tidak layak beroprasi di kecamatan Tebing Tinggi Barat pantasnya dicabut saja izin demi kepentingan kesejahteraan masyarakat khalayak ramai.Jika dibiarkan saja seperti ini mereka akan merajalela Seenak-enaknya mereka mengambil hasil buminya sementara kesejahteraan masyarakat tempatan tidak di pandang", pungkas Sutrisno selaku Ketua Umum HIPMA-TTB pekanbaru, Rabu (1/9/2021).


Dijelaskan Sutrisno selaku ketua penggerak dalam suatu Himpunan mahasiswa bersama pengurus lainnya menanggapi dan merespon secara serius. Permasalahan yang terjadi kiranya pemerintah daerah jangan ambil diam seolah-olah tidak tahu. Ini kiranya perlu ditindaklanjuti bisa jadi dilepaskan saja kontraknya dari Meranti permasalahan ini bukan hanya sekali melainkan berkali-kali dilakukan oleh PT. GSI.


"Melihat kondisi seperti ini pemerintah daerah jangan diam-diam saja seolah-olah tidak tahu kasihan loh masyarakat kita hari menjerit susah mencari kerja, yang dulunya kerja di Malaysia kini mengangur di rumah. Lah ini ada perusahaan yang sedang beroperasi aktif di wilayah Meranti malah Senak-enaknya memasukkan karyawan dari luar  dibawa ke Meranti dengan alasan masyarakat lokal tidak sanggup. Sebenarnya yang tidak sanggup itu masyarakat lokal nya atau perusahaan nya yang sudah tidak layak lagi beroprasi. Kiranya PEMDA jangan kasih celah lagi diluaran sana banyak perusahaan yang bisa kerjasama dan kita jadikan investasi dan partner kerja sehingga sama-sama menguntungkan dan mau menggunakan pekerja lokal. Tingkah laku yang dilakukan PT. GSI ini tidak kali ini saja beberapa tahun yang lewat seperti itu juga.Langkah yang tepat dan pantas untuk diterima perusahaan PT. GSI dikasih sanksi yang layak yaitu dengan cara putus kontak di Kabupaten Meranti agar ini menjadi pelajaran untuk perusahaan yang masih aktif beroperasi di lapangan" Pungkas Sutrisno


Kecaman terhadap perusahaan juga ditimpal oleh Sekjen HIPMA-TTB, menurut nya yang dilakukan perusahaan GSI ini sudah tidak wajar dan tidak teliti lagi, dengan kondisi Meranti yang belum normal karena masa transisi covid-19 ini tidak relevan.  



"Masa perusahaan sampai tidak tahu bahwasanya ada calon pekerja yang membuat sertifikat vaksin palsu. Hal ini sudah fatal dilakukan perusahaan bisa terjerat kasus, nan misalnya natik jika terjadi peningkatan klaster baru pasien covid di Tebing Tinggi Barat siapa yang mau tanggung jawab, apalagi nanti jika menularkan masyarakat setempat dimana PT. GSI itu beroperasi, Sementara selama ini partisipasi dan kontribusi perusahaan PT.Emp Malacca Strait dan subkontraktornya saja dalam penanganan covid  tidak jelas sehingga kemarin dipertanya, lah ini alah menambah kasus baru. Layaknya perusahaan ini memang harus di hengkang dari kampung kami agar daerah kami aman, alam kami tetap terjaga tidak seperti sekarang ini, harusnya perusahaan itu bekerja dengan teliti agar bisa sama-sama membuat keuntungan dari apa yg mereka peroleh dan kami peroleh" Oleh Rian


Pada akhir kata pengurus HIPMA-TTB terhadap media " Maka hari ini kami meminta kepada pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan untuk memanggil perusahaan besarnya yaitu PT. Emp Malacca Strait yang mendatangkan kerja sama awal PT. GSI ke Meranti untuk di pertanggung jawabkan. Maka jika tidak dilakukan jangan salahkan kami selaku mahasiswa bersama masyarakat Tebing Tinggi Barat menutup perusahaan itu sendiri di lapangan dan kami selalu mahasiswa pekanbaru menggunakan relasi kami dalam mencabut izin PT. GSI di Kabupaten Meranti maupun di Provinsi Riau.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hipma TTB Kecam PT Emp Malacca Starait Untuk Memberi Sanksi Tegas Kepada PT GSI

Terkini

Topik Populer

Iklan

Close x